Rental Mobil Medan

Mengenal lebih dekat Muhammad Daud (MUDA)

Aceh Utara, OBE I Siapa yang gak kenal Muhammad Daud sosok pemain film komedi empang breuh yang berperan sebagai Toke arang, Muhammad daud seorang anak petani pedalam Aceh Utara, lahir dari keluarga sederhana pada tahun 1983 dari Pasangan Hasballah dan Makaiyah

MD sebutan dikalangan koleganya lahir dan dibesarkan di Gampong Ceubrek Meurah Mulia Aceh Utara, salah satu Gampong di Aceh Utara yang berada didataran rendah aliran sungai Krung Pasee, dimana Gampong ini memiliki 500 penduduk yang menggantungkan hidupnya dilahan pertanian. Keluarga besar Muhammad Daud juga berlatar belakang petani sawah dan kebun.

Muhammad Daud mengenyam pendidikan dasar SD Negeri Kuta bate tahun 1995, MTSN 1 Lhokseumawe 1998, SMA Negeri Syamtalira Bayu 2001, setelah menamatkan Pendidikan tingkat atas dia Masuk ke Akper Abulyatama Banda Aceh lulus pada 2004 dan Sampai Saat ini juga telah menamatkan S2 di Magister bencana alam Syiah Kuala.

Muhammad Daud Pasca Tsunami 2004 lalu mulailah diterpa pengalaman dalam meniti jenjang Pendidikan, dia juga dihadapkan dengan berbagai tantangan kemanusian termasuk menjadi seorang Relawan pada Rehab rekon Aceh Pasca Tsunami 2004, dia terus berupaya mengajak teman temannya seangkatan bergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat AHP bergerak bidang Kesehatan, tekadnya dalam proses rehab rekon Aceh Pasca musibah Tsunami bekerja apa yang menjadi manfaat bagi keselamatan korban Tsunami yang berada di Kamp-kamp pengungsian dan di rumah rumah keluarga korban.

Kala itu sang Pemuda yang mudah bergaul ini sangat tertantang dengan kondisi kota banda Aceh yang luluh lantak akibany dihantam tsunami, berkat kegigihan dan kekompakan Daud berhasil menjalankan misi kemanusian dari Banda Aceh Sampai ke calang Aceh Jaya bahkan ke Meulaboh memberi pertolongan Kesehatan bagi Masyarakat.

Pada tahun 2009 dia sempat bergabung dengan Pemerintah Aceh kala itu dipimpin Irwandi Yusuf Muhammad Nazar.

Pada tahun 2014 Muhammad Daud menjadi tim sukses H.Sudirman atau haji Uma empang breuh, mulailah melahirkan program program DPD RI yang berbasis kerakyatan,dia dipercayakan sebagai Tenaga Ahli Haji Uma, pada pemilu 2019 haji uma mampu mengumpulkan suara terbanyak diantara colan lainnya yaitu 950.000 suara, disini langkah muhammad daud semakin jelas dalam kancah politik tingkat Nasional.

Pada tahun 2018 Daud juga dipercayakan sebagai Sekjen Partai Sira,dimana partai ini sudah pernah istirahat pada Pemilu 20214 lalu artinya tidak mendaftara sebagai Peserta Pemilu kala itu, Siara sebuah Partai lokal Aceh yang mendapai tempat dihati masyarakat Aceh. Daud dalam berpolitik digolongkan memiliki starategi pemenangan hingga mendapatkan Satu kursi DPRA yang di isi oleh Ketua DPW Aceh Utara yakni Muslim Syamsyuddin demikian juga sejumlah Kabupaten kota juga mendapatkan kursi DPRK bahkan disalah satu Kabupaten barat selatan memdapatkan kursi Pimpinan DPRK.

Karir Muhammad Daud di dunia politik tidak pernah redup, pada Pemilu 2019 Jagoannya H.Sudirman lagi lagi mendapatkan kepercayaan Rakyat Aceh untuk periode kedua MPR RI, tim haji Uma yang tersebar di Daerah,Pusat dan Luar Negeri terus membuka Link sosial sehingga jika masyarakat Aceh butuh bantuan maka tim ini bergerak cepat untuk mengadvokasi, kerja kerja Sosial untuk Rakyat Aceh menjadi prioritas dalam Program Haji uma, hal ini terus diback upnya.

Pemilu 2024 dimata Daud merupakan sebuah pesta demokrasi bagi Rakyat Aceh tanpa kekerasan dan harus berjalan dalam tatanan damai,Aceh butuh Pemimpin yang menjunjung tinggi nilai nilai Syariat Islam dan kearifan Lokal.

Muhammad Daud pada Pemilu 2024 juga maju sebagai Calon Anggota DPRA dapil 5 Aceh Utara Lhokseumawe melalui Partai SIRA dengan nomor Urut 1, diakhir kata Muhammad Daud mehon doa dan Dukungan Rakyat Aceh untuk menuju DPRA. (rls/alman)

Rental Mobil Medan